Archive for 2014



1. Definisi
a. Definisi Reward (penghargaan)
Imbalan adalah jumlah pembayaran yang diterima dan tingkat kesesuaian antara pembayaran tersebut dengan pekerjaan yang dilakukan.(Prof. Dr. FX. Suwarto, M.S.) Penghargaan (reward) adalah sebuah bentuk apresiasi kepada suatu prestasi tertentu yang diberikan, baik oleh dan dari perorangan ataupun suatu lembaga yang biasanya diberikan dalam bentuk material atau ucapan. Dalam organisasi ada istilah insentif, yang merupakan suatu penghargaan dalam bentuk material atau non material yang diberikan oleh pihak pimpinan organisasi perusahaan kepada karyawan agar mereka bekerja dengan menjadikan modal motivasi yang tinggi dan berprestasi dalam mencapai tujuan-tujuan perusahaan atau organisasi.

Imbalan intrinsic adalah imbalan yang merupakan bagian dari pekerjaan itu sendiri, imbalan tersebut mencakup rasa penyelesaian, prestasi, otonomi dan pertumbuhan, maksudnya kemampuan untuk memulai atau menyelesaikan suatu proyek pekerjaan merupakan hal yang penting bagi sejumlah individu. (Prof. Dr. FX. Suwarto, M.S.)
Imbalan ekstrinsik adalah imbalan yang berasal dari pekerjaan. Imbalan tersebut mencakup: uang, status, promosi dan rasa hormat.
Imbalan uang (Financial reward: Fringe Benefits) adalah imbalan ekstrinsik yang utama, dan secara umum diakui bahwa uang adalah pendorong utama, namun jika karyawan tidak melihat adanya hubungan antara prestasi dengan kenaikan yang pantas, uang tidak akan menjadi motivator yang kuat sehingga perlu diciptakan system penilaian prestasi yang jelas.
Tunjangan utama dari kebanyakan organisasi adalah program pensiun, biaya opname, dan sebagainya.

Status adalah imbalan antar pribadi (Interpersonal reward) yaitu dengan menugaskan individu pada  pekerjaan yang berwibawa.
Rasa hormat/pengakuan adalah penggunaan manajerial atas pengakuan atau penghargaan melibatkan pengetahuan manajer tentang pelaksanaan pekerjaan yang baik
Promosi adalah perpindahan seorang karyawan dari satu tempat/ jabatan ke tempat/jabatan  lain yang lebih tinggi.

b. Definisi Hukuman (Punishment)
Hukuman (punishment) adalah sebuah cara untuk mengarahkan sebuah tingkah laku agar sesuai dengan tingkah laku yang berlaku secara umum. Dalam hal ini, hukuman diberikan ketika sebuah tingkah laku yang tidak diharapkan ditampilkan oleh orang yang bersangkutan atau orang yang bersangkutan tidak memberikan respon atau tidak menampilkan sebuah tingkah laku yang diharapkan.

E.L. Thorndike (Reward and punishment in animal learning, Contemporary psychological monograph, 1883, 8, no. 9) mengemukakan bahwa hukuman memaksakan dampaknya atas perilaku dengan melemahkan hubungan antara stimulus dan tanggapan selanjutnya ia meninjau ulang tentang pernyataanya tersebut. Ia membantah bahwa bilamana hukuman nampak melemakan tanggapan, hal itu merupakan dampak tidak langsung.

Dalam menjalankan organisasi diperlukan sebuah aturan dan hukum yang berfungsi sebagai alat pengendali agar kinerja pada organisasi tersebut dapat berjalan dengan baik. Jika aturan dan hukum dalam suatu organisasi tidak berjalan baik maka akan terjadi konflik kepentingan baik antar individu maupun antar organisasi.
Pada beberapa kondisi tertentu, penggunaan hukuman dapat lebih efektif untuk merubah perilaku pegawai, yaitu dengan mempertimbangkan: Waktu, Intensitas, Jadwal, Klarifikasi, dan Impersonalitas (tidak bersifat pribadi).

2. Penghargaan (Reward) dan Hukuman (Punishment) dalam Organisasi
Dalam berorganisai misalnya, pemberlakuan metode Reward And Punishment merupakan hal yang penting untuk membentuk pribadi dari warga organisasi tersebut. Jika Punishment menghasilkan efek jera, maka Reward akan menghasilkan efek sebaliknya yaitu ketauladanan, untuk membuat Reward dan Punishment dapat berjalan denga baik diperlukan nya konsistensi yang dapat menjamin bahwa reward yang diberikan haruslah bersifat konkrit (bermanfaat), dan Punishment yang diberikan bersifat keras dan tidak pandang bulu.
Secara teori, penerapan reward dan punishment secara konsekuen dapat membawa pengaruh positif, antara lain:

  • Mekanisme dan sistem kerja di Suatu Organisai menjadi lebih baik, karena adanya tolak ukur kinerja yang jelas.
  • Kinerja individu dalam suatu Organisasi semakin meningkat, karena adanya sistem pengawasan yang obyektif dan tepat sasaran.
  • Adaya kepastian indikator kinerja yang menjadi ukuran kuantitatif maupun kualitatif tingkat pencapaian kinerja para individu Organisai.

Pada dasarnya keduanya sama-sama dibutuhkan dalam memotivasi seseorang, termasuk dalam memotivasi para pegawai dalam meningkatkan kinerjanya. Keduanya merupakan reaksi dari seorang pimpinan terhadap kinerja dan produktivitas yang telah ditunjukkan oleh bawahannya; hukuman untuk perbuatan jahat dan ganjaran untuk perbuatan baik. Melihat dari fungsinya itu, seolah keduanya berlawanan, tetapi pada hakekatnya sama-sama bertujuan agar seseorang menjadi lebih baik, termasuk dalam memotivasi para pegawai dalam bekerja.

3. Tujuan Penghargaan (Reward) dan Hukuman (Punishment)
Ada tiga fungsi atau tujuan penting dari penghargaan yang berperan besar bagi pembentukan tingkah laku yang diharapkan:
Memperkuat motivasi untuk memacu diri agar mencapai prestasi
Memberikan tanda bagi seseorang yang memiliki kemampuan lebih
Bersifat Universal

Ada tiga fungsi atau tujuan penting dari hukuman yang berperan besar bagi pembentukan tingkah laku yang diharapkan:

  • Membatasi perilaku. Hukuman menghalangi terjadinya pengulangan tingkah laku yang tidak diharapkan.
  • Bersifat mendidik.
  • Memperkuat motivasi untuk menghindarkan diri dari tingkah laku yang tidak diharapkan

4. Tata cara mengurangi penyalahgunaan Reward dan Punishment
Ada beberapa cara yang dapat mengurangi tingkat kesalahan pegawai, maupun pemimpin dalam system pemberian penghargaan dan hukuman.
Cara mengurangi tingkat kesalahan pegawai yang dapat dilakukan oleh pemimpin perusahaan:

  • Pemimpin perusahaan memberikan peringatan lisan kepada pegawainya yang melakukan  kesalahan.
  • Teguran keras diberikan jika pegawainya tetap melakukan kesalahan yang sama.
  • Memberikan peringatan tertulis
  • Pengurangan tanggung jawab
  • Pergantian posisi jabatan
  • Penurunan pangkat
  • Penundaan peningkatan gaji/promosi jabatan
  • Serta pemberhentian kerja.
Dari kesalahan pegawai, pemimpin perusahaan pun bisa saja melakukan kesalahan terhadap pegawainya, maka pegawai dapat menuntut penghargaan dari sang pemimpin, seperti:

  • Meminta Hak atas upah yang adil
  • Memohon kenaikan gaji
  • Memohon hak istimewa bila sewaktu-waktu pegawai melakukan pekerjaan yang dapat memajukan perusahaan.

Daftar Pustaka :
Prof. Dr. FX. Suwarto, M.S. . 2011.Perilaku Keorganisasian : Universitas Atma Jaya Yogyakarta
 Prof. Dr. Sondang P. Siagian, M.P.A.2002 .Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja .Jakarta :Rineka Cipta

PENGHARGAAN DAN HUKUMAN DALAM ORGANISASI PERUSAHAAN

Definisi konflik

Ada beberapa pengertian konflik menurut beberapa ahli.
  • Menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1977), konflik merupakan warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat daripada berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontroversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan.
  • Menurut Gibson, et al (1997: 437), hubungan selain dapat menciptakan kerjasama, hubungan saling tergantung dapat pula melahirkan konflik. Hal ini terjadi jika masing – masing komponen organisasi memiliki kepentingan atau tujuan sendiri – sendiri dan tidak bekerja sama satu sama lain.
  • Menurut Robbin (1996), keberadaan konflik dalam organisasi ditentukan oleh persepsi individu atau kelompok. Jika mereka tidak menyadari adanya konflik di dalam organisasi maka secara umum konflik tersebut dianggap tidak ada. Sebaliknya, jika mereka mempersepsikan bahwa di dalam organisasi telah ada konflik maka konflik tersebut telah menjadi kenyataan.
  • Dipandang sebagai perilaku, konflik merupakan bentuk minteraktif yang terjadi pada tingkatan individual, interpersonal, kelompok atau pada tingkatan organisasi (Muchlas, 1999). Konflik ini terutama pada tingkatan individual yang sangat dekat hubungannya dengan stres.
  • Menurut Minnery (1985), Konflik organisasi merupakan interaksi antara dua atau lebih pihak yang satu sama lain berhubungan dan saling tergantung, namun terpisahkan oleh perbedaan tujuan.
  • Konflik dalam organisasi sering terjadi tidak simetris terjadi hanya satu pihak yang sadar dan memberikan respon terhadap konflik tersebut. Atau, satu pihak mempersepsikan adanya pihak lain yang telah atau akan menyerang secara negatif (Robbins, 1993).
  • Konflik merupakan ekspresi pertikaian antara individu dengan individu lain, kelompok dengan kelompok lain karena beberapa alasan. Dalam pandangan ini, pertikaian menunjukkan adanya perbedaan antara dua atau lebih individu yang diekspresikan, diingat, dan dialami (Pace & Faules, 1994:249).
  • Konflik dapat dirasakan, diketahui, diekspresikan melalui perilaku-perilaku komunikasi (Folger & Poole: 1984).
  • Konflik senantisa berpusat pada beberapa penyebab utama, yakni tujuan yang ingin dicapai, alokasi sumber – sumber yang dibagikan, keputusan yang diambil, maupun perilaku setiap pihak yang terlibat (Myers,1982:234-237; Kreps, 1986:185; Stewart, 1993:341).
  • Interaksi yang disebut komunikasi antara individu yang satu dengan yang lainnya, tak dapat disangkal akan menimbulkan konflik dalam level yang berbeda – beda (Devito, 1995:381)


Jenis-jenis konflik
Menurut Dahrendorf, konflik dibedakan menjadi 6 macam :
  • Konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi), misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran (role))
  • Konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank).
  • Konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).
  • Konflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara)
  • Konflik antar atau tidak antar agama
  • Konflik antar politik.
  • konflik individu dengan kelompok


Sumber Konflik
  • Saling ketergantungan tugas
  • Perbedaan tujuan dan prioritas
  • Faktor Birokratik (Lini-staf)
  • Kriteria penilaian prestasi yg bertentangan
  • Persaingan terhadap sumber daya yang langka
  • Sikap menang-kalah.


Strategi Penyelesaian Konflik
        Pendekatan penyelesaian konflik oleh pemimpin dikategorikan dalam dua dimensi ialah kerjasama/tidak kerjasama dan tegas/tidak tegas. Dengan menggunakan kedua macam dimensi tersebut ada 5 macam pendekatan penyelesaian konflik ialah :
  1. Kompetisi Penyelesaian konflik yang menggambarkan satu pihak mengalahkan atau mengorbankan yang lain. Penyelesaian bentuk kompetisi dikenal dengan istilah win-lose orientation.
  2. Akomodasi Penyelesaian konflik yang menggambarkan kompetisi bayangan cermin yang memberikan keseluruhannya penyelesaian pada pihak lain tanpa ada usaha memperjuangkan tujuannya sendiri. Proses tersebut adalah taktik perdamaian.
  3. Sharing Suatu pendekatan penyelesaian kompromistis antara dominasi kelompok dan kelompok damai. Satu pihak memberi dan yang lain menerima sesuatu. Kedua kelompok berpikiran moderat, tidak lengkap, tetapi memuaskan.
  4. Kolaborasi Bentuk usaha penyelesaian konflik yang memuaskan kedua belah pihak. Usaha ini adalah pendekatan pemecahan problem (problem-solving approach) yang memerlukan integrasi dari kedua pihak.
  5. Penghindaran Menyangkut ketidakpedulian dari kedua kelompok. Keadaaan ini menggambarkan penarikan kepentingan atau mengacuhkan kepentingan kelompok lain.

Pendapat Saya :
Menurut saya dalam organisasi besar maupun kecil pasti ada saja konflik, banyak sebab seperti yang dijelaskan di atas, tergantung pribadi masing-masing anggota organisasi dalam menghadapi anggota lain. ketua organisasi pun berpengaruh dalam mengatasi konflik dalam organisasi. 

Daftar Pustaka

Konflik Organisasi


Organisasi Perusahaan

NPM      : 17113528
KELAS  : 2KA19

A. Pengertian Organisasi
Organisasi berasal dari bahasa Yunani yaitu : organon(alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah unit tujuan bersama. Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebuat terhadap masyarakat.
Organisasi sudah akrab dengan kita semenjak SMP yaitu OSIS dan dilanjutkan di SMA itu contoh organisasi resmi, Mungkin anda sekalian  pernah mempunyai organisasi lain di luar sekolah  kalian. Dalam Universitas pun banyak contoh-contoh organisasi sebagai contoh di UNIVERSITAS GUNADARMA Tempat saya Berkuliah.
·                     BEM (Badan Eksekutive Mahasiswa)
·                     HIMSI (Himpunan Mahasiswa Sistem informasi)
·                     HIMTI (Himpunan Mahasiswa Tek. Informatika)
·                     Dan Lain-lain

Ada 3 unsur pokok dalam organisasi, yaitu:
1.                  Sekelompok Orang
2.                  Kerja Sama
3.                  Tujuan Bersama

Perbedaan di antara tiap-tiap unsur memunculkan jenis-jenis organisasi yang berbeda. Misalnya, berdasarkan jumlah orang yang berkelompok di dalammya, dibedakan antara organisasi besar dan organisasi kecil. Berdasarkan bentuk kerjasama nya, ada organisasi formal danada organisasi onformal. Berdasarkan tujuannya, ada organisasi komersial dan organisasi social nonprofil, dsb.

B. PENGERTIAN ORGANISASI PERUSAHAAN
Organisasi perusahaan adalah kegiatan yang melakukan operasional dan dan manajerial, badan usaha menghadapi lingkungan yang terdiri atas ideologi, politik, hukum, ekonomi, teknologi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan baik lokal, provinsial, nasional, regional, maupun nasional.

Tujuan Organisasi Perusahaan
Tujuan organisasi perusahaan adalah untuk  mencapai suatu GOAL yang tidak bisa dikerjakan secara individual, karena perusahaan itu harus dikerjakan bersama-sama dan teroganisir agar berjalan dengan lancar dan mendapatkan keuntungan dan kesejahteraan karyawan.

Bentuk-bentuk Organisasi Perusahaan
Dalam organisasi terdapat berbagai macam bentuk organisasi. Macam organisasi berdasarkan segi tujuan dan luas wilayahnya diantaranya yaitu:
1.      Organisasi yang tujuan utamanya mencari keuntungan.
Macam-macamnya yaitu :
·                     Perseroan Terbatas (PT)
·                     Perseroan Komanditer (CV)
·                      Firma (FA)
·                     Koperasi
·                     Join venture
·                     Holding Company

2.      Organisasi sosial dan organisasi kemasyarakatan.
Organisasi sosial dan organisasi kemasyarakatan adalah organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat.

Nilai-nilai Penting Organisasi Perusahaan

Integritas : Menjalankan tugas dan pekerjaan dengan selalu memegang teguhkode etik dan prinsip moral
Inovasi : Memiliki pemikiran yang bersifat terobosan atau alternatif pemecahan masalah yang kreatif dengan meperhatikan aturan dan norma yang berlaku
Profesionalisme : Memiliki kompetensi di bidang profesi dan menjalankan tugas dan pekerjaaan sesuai dengan kompetensi, kewewenangan serta norma-norma profesi, etika, dan sosial
Teamwork : Memiliki kemampuan untuk bekerjasama dengan orang atau pihak lainnnya, serta membangun network untuk menunjsng dan menjalankan tugas atau pekerjaanya masing masing

Arti Penting Organisasi Perusahaan
Menurut saya, arti penting organisasi dalam perusahaan itu adalah melakukan segala sesuatu dengan teroganisir, agar perusahaan berjalan dengan semestinya dan mendapatkan keuntungan dalam menjalankan usahanya.
 Daftar Pustaka

Aldag (R.J) & BRIEF (A.P) managing organizational behavior. New York. West Publishing company. 1981.498 PP
penulis Prof. Dr Faisal Affif.spec.iic, Prof. Dr. R. PAEMELEIRE dan I. UYTTERSCHOUT
Chesters I Barnard. The Functions Of The Execcutive, Harvord University Press, Cambridge. Mass 1938
penulis Prof. Dr. Sukanto Reksonadiprodjo. M.COM, penerbit Yogyakarta
Allen, Louis A., 1958, Management and Organization, New York, MC Graw-Hill Book Company
penulis Drs. IG Wursanto

Organisasi Perusahaan (SK Pertemuan 1)

- Copyright © 2013 Rezki Ananda R - Shingeki No Kyojin - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -