Posted by :
Rezki Ananda
Sabtu, 18 Juni 2016
Sistem
informasi manajemen atau SIM (bahasa Inggris: management information system,
MIS) adalah sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal suatu bisnis
yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh
akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk,
layanan, atau suatu strategi bisnis. Sistem informasi manajemen dibedakan
dengan sistem informasi biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem
informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara
akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode
manajemen informasi yang bertalian dengan otomasi atau dukungan terhadap
pengambilan keputusan manusia, misalnya sistem pendukung keputusan, sistem
pakar, dan sistem informasi eksekutif.
Pengertian Menurut Para
Ahli[sunting | sunting sumber]
Bodnar dan Hopwood ; buku
Accounting Information System : Kumpulan perangkat keras dan perangkat lunak
yang dirancang untuk mentransformasikan data dalam bentuk informasi yang
berguna.
Turban, McLean, dan
Waterbe ; buku Information Technology for Management Making Connection for
Strategies Advantages : Sistem yang mengumpulkan, memproses, menyimpan,
menganalisa, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik.
L. James Havery ; Sistem
merupakan prosedur logis dan rasional guna melakukan atau merancang suatu
rangkaian komponen yang berhubungan satu sama lain.
Ludwig Von Bartalanfy ;
Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi
di antara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.
O’brien ; Sistem adalah
sekelompok komponen yang saling berhubungan, bekerja sama untuk mencapai tujuan
bersama dengan menerima input serta menghasilkan output dalam transformasi yang
teratur.
Azhar Susanto ; Sistem
adalah kumpulan/group dari sub sistem/bagian/komponen apapun baik fisik maupun
non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekeaan, pengendalian,
pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
Menyediakan informasi
untuk pengambilan keputusan.
Ketiga tujuan tersebut
menunjukkan bahwa manajer dan pengguna lainnya perlu memiliki akses ke
informasi akuntansi manajemen dan mengetahui bagaimana cara menggunakannya.
Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mereka mengidentifikasi suatu
masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja (informasi akuntansi
dibutuhkan dan dipergunakan dalam semua tahap manajemen, termasuk perencanaan,
pengendalian dan pengambilan keputusan).
Proses Manajemen[sunting
| sunting sumber]
Proses manajemen
didefinisikan sebagai aktivitas-aktivitas:
Perencanaan, formulasi
terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah aktivitas manajemen
yang disebut perencanaan. Oleh karenanya, perencanaan mensyaratkan penetapan
tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut.
Pengendalian, perencanaan
hanyalah setengah dari pertempuran. Setelah suatu rencana dibuat, rencana
tersebut harus diimplementasikan, dan manajer serta pekerja harus memonitor
pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya.
Aktivitas manajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan
korektif sesuai kebutuhan, disebut kebutuhan.
Pengambilan Keputusan,
proses pemilihan di antara berbagai alternative disebut dengan proses
pengambilan keputusan. Fungsi manajerial ini merupakan jalinan antara
perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih di antara beberapa tujuan
dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih. Hanya satu dari beberapa
rencana yang dapat dipilih. Komentar serupa dapat dibuat berkenaan dengan
fungsi pengendalian.
Menurut Francisco Proses
Manajemen adalah suatu proses Penukaran terhadap nilai dan jasa